Bank BJB Optimistis Ekonomi 2021 Tumbuh 5 Persen

    Bank BJB Optimistis Ekonomi 2021 Tumbuh 5 Persen

    Bank BJB Optimistis Ekonomi 2021 Tumbuh 5 Persen

    Pertumbuhan positif bisa didapat dengan syarat vaksin Covid-19 sudah terealisasi.

    REPUBLIKA. CO. ID,   BANDUNG — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai antara 4 hingga 5 dalam 2021. Proyeksi ini dengan asumsi pemberian vaksin Covid-19 untuk masyarakat sudah diimplementasikan pada akhir 2020 atau awal 2021.

    “Dari data yang kami miliki saat ini di di dalam memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 itu di kisaran four sampai 5 persen. Ini cukup optimistis, menantanglah ke depan oleh asumsi vaksin Covid-19 sudah bisa diimplementasikan akhir tahun (2020) / awal tahun 2021, ” kata Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi di sela-sela acara Open public Expose di Kota Bandung, Rabu (4/11).

    Pada kuartal III 2020, kata Yuddy, pihaknya melihat kasus Covid-19 mulai mengalami penurunan, terlebih Pemprov Jabar mulai melonggarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal tersebut berdampak positif pada geliat redovisning masyarakat.

    “Kami melihat kuartal III 2020 terkait pandemi itu sudah agak menurun. Di kisaran Juli dan Agustus. Di mana untuk Jabar sendiri, PSBB-nya direlaksisasi sehingga pertumbuhan redovisning Jabar sudah mulai menggeliat kembali, ” kata dia.

    Ia mengatakan kinerja positif yang diperlihatkan Bank BJB sepanjang tahun terkait konsisten dipertahankan memasuki jelang tutup tahun 2020 di tengah iklim usaha yang sedemikian penuh tantangan. Ketidakpastian ekonomi akibat pandemi Covid-19 memaksa banyak perusahaan mengalami stagnasi pertumbuhan, tetapi Bank BJB terus melaju dan bertumbuh.

    Capaian kinerja ini menunjukkan daya tahan dan fleksibilitas Bank BJB di dalam situasi pandemi. Berdasarkan paparan kinerja kuartal III 2020 dalam acara Public Expose Live 2020, Bank BJB secara konsolidasi berhasil memperoleh laba bersih Rp 1, 2 triliun selama paruh ketiga tahun 2020 atau tumbuh sebesar 5, 9 persen year on season (yoy).

    Pertumbuhan laba tersebut dihasilkan dari total nilai aset Bank BJB yang juga tumbuh sebesar 19, 4 persen yoy menjadi Rp 147, 6 triliun. Dalam peningkatan asset, dana pihak ketiga Bank BJB berkontribusi dengan peningkatan yang cukup signifikan yaitu 17, 3 persen menjadi Rp 147, 6 trilliun.

    Namun demikian pertumbuhan tersebut dapat dilakukan dengan efisien melihat rasio biaya dana yang berhasil ditekan jadi 5 persen dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 5, 4 persen.

    Penyaluran kredit yang jadi profit driver pada triwulan 3 2020 tumbuh 8, 7 persen yoy dengan nilai total Rp 94, 6 triliun. Jumlah pertumbuhan total kredit yang ditorehkan Financial institution BJB berada jauh di arah rata-rata pertumbuhan industri perbankan lokal sebesar 1, 24 persen per Agustus 2020.

    Pertumbuhan kredit ini diiringi dengan membaiknya rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang turun 25 BPS dari tahun lalu menjadi 1, five persen. Rasio ini jauh pada bawah rata-rata NPL industri perbankan nasional sebesar 3, 2 persen per Agustus 2020.

    “Pertumbuhan positif ini adalah hal yang sangat patut disyukuri di tengah situasi penuh tantangan ini. Di sisi lain, pencapaian ini juga merupakan perwujudan kematangan bank bjb dalam menghadapi situasi penuh tekanan, yang diperoleh sebagai buah dri kerja keras dan implementasi strategi serta visi adaptasi perseroan dalam menyongsong perubahan, ” ujar Yuddy.

    Selama kuartal III 2020, BJB fokus pada optimalisasi fungsi intermediasi perbankan dalam rangka mensukseskan program stimulasi PEN. Sebagian besar daya dan upaya perseroan dikerahkan untuk mengakselerasi pembiayaan dalam rangka pemulihan ekonomi.

    sumber: Masa