Camat Dicopot karena Langgar Protokol Kesehatan tubuh

    Camat Dicopot karena Langgar Protokol Kesehatan tubuh

    Camat Dicopot karena Langgar Protokol Kesehatan tubuh

    Bupati Landak menjatuhkan salah satu camat karena melanggar protokol kesehatan

    REPUBLIKA. CO. ID, PONTIANAK – Bupati Landak Karolin Margret Natasa mencopot lupa satu camat yang ada pada kabupaten itu karena terbukti mengenai protokol kesehatan. Pernyataan itu disampaikan Karolin pada Senin.

    “Hari ini saya mencopot lengah satu camat dari jabatannya sebab melanggar protokol kesehatan Covid-19. Kejadian ini saya lakukan karena sebab awal saya sudah mengingatkan kepada semua jajaran pemerintahan untuk menerapkan protokol kesehatan dan memberi mencontoh kepada masyarakat, ” kata Karolin.

    Menurutnya, seorang camat semestinya paham panduan penerapan adat kesehatan pada masa pandemi Covid-19 dan bukan malah memberi mencontoh yang salah kepada masyarakat.

    “Saat ini kita masih di bawah Kepres Nomor 11 tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19. Ingat Keppres ini masih berlaku dan kita sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) wajib untuk mempedomaninya serta bertanggungjawab supaya masyarakat mampu untuk berdiam dalam menghadapinya, ” tutur Karolin.

    Terkait hal tersebut, semua pihak diwajibkan untuk menyadari akan bahaya pandemi tersebut dengan saat ini belum situasi biasa. “Karena itu, jangan melanggar protokol kesehatan karena sudah banyak dengan menjadi korban akibat hal ini, ” katanya.

    Karolin juga menjelaskan pencopotan jabatan telah menjadi risiko seorang pejabat. Terlebih memiliki jabatan dalam menegakkan aturan kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

    “Tidak sedikit penguasa yang sudah dicopot jabatannya. Hal ini dilakukan mengingat saat tersebut lonjakan pasien baru Covid-19 selalu bertambah. Kita di Kabupaten Landak sudah memasuki zona oranye, yang artinya tingkat penyebaran relatif tinggi dan bisa saja berubah menjelma zona merah bilamana kita lengah dalam menangani hal ini, ” kata Karolin.

    Karolin menjelaskan dirinya sudah menerima informasi terkait pelanggaran tersebut. Sebagai pimpinan, dirinya mengatakan wajib mengetahui seluruh kegiatan terlebih yang berpotensi akan terjadinya pelanggaran protokol kesehatan.

    “Kita sudah menerima petunjuk terkait pelanggaran ini dan jadi pimpinan maka kita wajib mendapati semua kegiatan apalagi yang bakal berkaitan dengan orang banyak. Kita tak ingin ada warga kita dengan menjadi korban dalam akibat dibanding semua ini karena sebagai Tumenggung maka saya bertanggungjawab bagi masyarakat Kabupaten Landak, ” katanya.

    Pada kesempatan itu, Karolin berpesan bagi semua warga buat tetap mematuhi protokol kesehatan andaikata akan menggelar kegiatan atau lainnya yang melibatkan orang banyak. Hal itu dilakukan guna mendukung pemerintah dan menekan angka pasien baru COVID-19 di Kabupaten Landak.

    “Kepada seluruh warga Kabupaten Landak saya berpesan tetap menerapkan adat kesehatan 4M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan, menjaga jarak. Jika hendak melangsungkan pernikahan kiranya tidak mengundang orang, cukup keluarga dekat dan tetap patuhi protokol kesehatan, ” tuturnya.