Fayza Haidar Pelatih Wanita Pertama di Mesir

    Fayza Haidar Pelatih Wanita Pertama di Mesir

    Fayza Haidar Pelatih Wanita Pertama di Mesir

    Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

    IHRAM. CO. ID, KAIRO–Fayza Haidar (36 tahun) menjadi pelatih wanita pertama di Mesir yang melatih tim sepak bola pria. Ia menerobos kebiasaan yang selama ini belum pernah terjadi di negara tersebut.

    “Tidak lazim di asosiasi Timur Tengah bagi seorang perempuan untuk bergabung dengan tim menepuk bola dan hanya ada kecil tim sepak bola wanita dalam Mesir.   Pria masih menumpukan untuk bermain melawan wanita dalam stadion yang sama, apalagi dilatih oleh seorang wanita, ”kata Fayza Haidar dilansir Almonitor , Rabu (18/11) lalu.

    Ia menceritakan betapa sulitnya diterima sebagai pelatih tim menepuk bola pria.   “Saya menahan kritik, serangan, dan tantangan, tetapi saya berhasil, ” katanya.

    Haidar menjadi pelatih Mesir pertama yang diakreditasi oleh Aliansi Sepak Bola Inggris yang beruang di antara duta besar Mesir dalam Inggris bersama dengan pemain menyepak bola profesional Mesir Mohamed Lupa, Mohamed el-Neny, Trezeguet dan Ahmed el-Mohamady.  

    Haidar telah mendobrak beberapa norma sosial di Mesir yang membatasi partisipasi perempuan dalam gerak, khususnya sepak bola, terutama setelah ia ditunjuk sebagai pelatih perempuan pertama dalam program Keterampilan Istimewa.

    Dia pula menjadi pelatih umum pertama untuk tim sepak bola pria dalam Mesir, karena dia didaftarkan oleh tim divisi empat Ideal Goldi, satu diantara klub profesional pria di negara itu.

    “Ini adalah kemenangan besar bagi perempuan.   Saya sangat senang & bangga, dan saya berharap tersebut akan membuka jalan bagi bertambah banyak gadis dan wanita untuk menantang status quo dan membenarkan pada diri mereka sendiri, ”kata Haidar.

    Program Kemahiran Utama di Mesir adalah program yang bertujuan untuk memberdayakan hawa dan anak perempuan melalui menampar bola.   Program ini melatih mereka dalam kepemimpinan dan kecakapan komunikasi untuk berkembang dalam masyarakat dan mengatasi tantangan yang itu hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

    Menurut Haidar, sejak peluncuran program Keterampilan Utama di Mesir pada 2007, jumlah pemuda & pelatih telah mencapai hampir 200. 000, di antaranya 67 persen adalah perempuan.   Dia merekam bahwa prakarsa yang disponsori negara dan dijuluki “1. 000 Gadis-1. 000 Mimpi”. Program ini dijalankan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam kemitraan dengan British Council, menjangkau 1. 200 gadis dalam seluruh Mesir Hulu dan Delta.

    “Saya menemukan karunia sepak bola saya saat mengawani adik saya yang bermain dalam Youth Center East Helwan.   Saya menarik perhatian salah satu pelatihnya saat itu, yang bertanya kepada orang tua saya apakah saya boleh bergabung dengan madrasah sepak bola.   Awalnya itu menolak, tapi kemudian saya meyakinkan mereka dengan menerima bermain selama pelatihan kakak saya, ” katanya.

    “Saat itu, beberapa besar pelatih akan memuji talen saya, terutama salah satu ofisial klub Zamalek.   Pada tahun 1997, saya bergabung dengan awak Helwan dan berkompetisi di pertandingan klub wanita pertama di Mesir saat saya berusia 14 tahun.   Setahun kemudian, saya bercampur dengan tim nasional, dan di dalam tahun 2003 saya pindah ke klub dan saya adalah pencetak gol terbanyak tim, ” tuturnya.

    Di penghujung tahun 2010, Haidar yang baru sekadar menginjak usia 25 tahun bermaksud membuat keputusan yang mengubah tumbuh.   “Salah satu pejabat pada sana meminta saya untuk mengikhtiarkan tugas teknis tim.   Aku langsung setuju, dan dengan serupa itu menjadi pelatih pertama tim sepak bola putra di Mesir pada 2008, “katanya.

    Haidar mengawali karir kepelatihannya dengan mendaftarkan beberapa kursus pelatihan di dunia kepelatihan sepak bola.   Tempat menjelaskan bahwa pada tahun 2011, British Council mengadakan kursus pelatihan bagi 100 pelatih untuk mendalami dasar-dasar pembinaan dan cara melayani masyarakat melalui sepak bola.  

    Pelatih muda tersebut tidak luput dari perundungan sepanjang karier sepak bolanya.   “Saat saya melatih di klub East Helwan, penggemar klub lain hendak melempar batu ke arah kami dan berteriak, ‘Kembali ke dapur, “kisahnya.

    Hal tersebut mendorongnya untuk menerima pelatihan tim Sepakbola Terpadu wanita Olimpiade Khusus Mesir.   “Para pemain beta merasa mereka sama seperti pemeran lain dan bahwa mereka mampu mencapai apa pun yang itu inginkan meskipun mereka mengalami ancaman.   Tim ini memenangkan tempat ketiga di Piala Dunia Menepuk Bola Terpadu di Chicago pada Juli 2018, ” tuturnya.

    Pada tahun 2017, Haidar bahkan mendapat tawaran profesional daripada Barcelona dan Atletico Madrid jadi pemain, dan ia juga memiliki tawaran tidak resmi untuk menimbrung sebagai pemain di kamp pelatihan bersama klub Inggris Liverpool.