FKP BPH Migas Protes Hasil Seleksi Kementerian ESDM

    FKP BPH Migas Protes Hasil Seleksi Kementerian ESDM

    Info seputar SGP Hari Ini 2020 – 2021.

    Forum meminta Menteri ESDM membatalkan atau meninjau kembali hasil opsi

    REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA —  Sebanyak 5 Anggota Komite serta 6 Tenaga Ahli dengan wadah Forum Komunikasi Personel BPH Migas memprotes hasil seleksi pansel yang menganjurkan 18 nama komite BPH Migas tanpa memasukkan seluruh orang bahkan satupun yang  berasal dari BPH Migas.  

    Nama-nama Komite BPH Migas yang keberatan adalah Henry Ahmad, Ahmad Rizal, M Ibnu Fajar, Hari Pratoyo, dan Marwansyah Lobo Balia.   Ditambah 6 tenaga pakar BPH Migas yang serupa menandatangani surat keberatanan ke Menteri ESDM.  

    Nama-nama tersebut adalah mayoritas peserta seleksi yang gagal karena batasan usia juga gagal mengakar di 18 nama buatan akhir keputusan pansel sejak Kementerian ESDM dengan keterangan yang tidak jelas menurut mereka.  

    BPH Migas bertemu UU Migas adalah Institusi Pemerintah yang keputusannya berkelakuan independen dengan 9 komisioner atau komite yang dipimpin oleh Ketua Komite yang sekaligus juga sebagai Besar BPH Migas dimana BPH Migas bertanggungjawab ke Pemimpin RI.

    Dalam keterangan resminya mengatasnamakan Forum Komunikasi Pegawai BPH Migas, forum meminta Menteri ESDM membatalkan atau setidaknya meninjau kembali hasil seleksi calon ketua dan bagian komite BPH Migas yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM.

    Pasalnya panitia seleksi tersebut tidak melibatkan unsur badan usaha dan masyarakat, melainkan cuma terdiri dari unsur Kementerian ESDM, Kementerian PAN RB, Kementerian Setneg, Kepolisian RI, dan akademisi.

    “Menurut hemat awak, panitia seleksi calon pemimpin dan anggota Komite BPH Migas harus terdiri lantaran unsur pemerintah, badan daya, dan masyarakat. Hal tersebut sehubungan dengan pelaksanaan suruhan dan fungsi BPH Migas yang harus dapat dengan seimbang berdiri di pada 3 ‘pilar’ pemegang relevansi yaitu pemerintah, badan jalan, dan masyarakat, ” tulis keterangan resmi Forum Koneksi Pegawai BPH Migas, Jumat (30/04).  

    Panitia seleksi pula telah menetapkan salah mulia syarat bagi peserta pilihan untuk dapat diusulkan sebagai calon ketua dan bagian komite BPH Migas harus berusia 40-60 tahun, dimana  menurut mereka pembatasan usia tersebut tidak sesuai dengan yang diatur dalam Kausa 19 Peraturan Pemerintah Cetakan 67 tahun 2002.   Juga, pembatasan usia pas sekali tidak bisa menunjukkan atau menjadi dasar di menilai kualitas calon Komisi.  

    Selain itu menurut Forum Komunikasi Pegawai BPH Migas, BPH Migas juga menyesatkan sedikit harus terdiri daripada para tenaga profesional pada bidang perminyakan, gas dunia, lingkungan hidup, hukum, ekonomi, dan sosial. Bahkan panitia seleksi juga sedapat agak-agak menjadikan komite BPH Migas terdiri dari para tenaga profesional dari seluruh tempat yang disebutkan dalam Penjelasan Pasal 47 ayat dua UU Nomor 22 Tarikh 2001, bukan sebaliknya kemudian mengurangi keberadaan tenaga ahli dari salah satu tempat yang mengakibatkan seolah-olah ada upaya pengerdilan BPH Migas.

    “Dalam hal komite BPH Migas tidak terdiri dari gaya profesional di bidang dasar, maka usulan yang diajukan oleh Menteri ESDM tak memenuhi ketentuan sebagaimana dalam Pasal 47 ayat 2 UU Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dan pengukuhan komite BPH Migas sebab presiden berdasarkan usulan itu menjadi batal demi lembaga, ” tulis rilis itu.

    Final, Forum Pegawai BPH Migas juga menyoroti tidak adanya calon yang berasal sebab BPH Migas (berjumlah 6 orang termasuk 2 orang yang mengikuti proses seleksi dan saat ini menjabat sebagai anggota komite BPH Migas). “Padahal keduanya sudah menjalankan tugas dan kegiatan sebagai komite BPH Migas dengan sangat baik, mandiri, profesional, penuh integritas, dan dedikasi tinggi sebagaimana dengan dimaksud dalam peraturan perundang-undangan. ”

    Selain itu keduanya selalu dianggap masih memenuhi syarat-syarat sebagaimana yang diatur dalam Pasal 19 Peraturan Negeri nomor 67 tahun 2002 tentang Badan Pengatur Logistik dan Pendistribusian BBM & Kegiatan Pengangkutan Gas Dunia Melalui Pipa.