Kejagung Bantah Larang Pengacara HRS Masuk ke Ruang Wasit

    Kejagung Bantah Larang Pengacara HRS Masuk ke Ruang Wasit

    Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

    Kejagung tak memiliki kewenangan melarang pengacara masuk sidang.

    REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA —  Kejaksaan Agung membantah bahwa pihaknya melarang kehadiran dari tim pengacara mantan pimpinan FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS) ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk menghadiri konvensi pembacaan dakwaan pada Jumat (19/3).  

    “Menanggapi pemberitaan di beberapa media yang menyatakan bahwa pengacara terdakwa Muhammad Rizieq yang dilarang menghunjam oleh polisi atas instruksi jaksa, hal tersebut tidak benar, ” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntan kepada wartawan, Jumat (19/3).

    Leonard mengatakan bahwa Jaksa Penuntut Umum tidak mempunyai kompetensi dan kewenangan buat melarang melakukan hal tersebut di lingkungan pengadilan.  

    Namun demikian, dia tidak merincikan lebih lanjut mengenai kejadian pencegatan awak pengacara Habib Rizieq ke PN Jaktim pagi sebetulnya.  

    “Tim Jaksa Penuntut Umum tidak memiliki kompetensi dan kewenangan di lingkungan Meja hijau, ” ucapnya lagi.

    Di persidangan sendiri, kata dia, Jaksa telah melakukan tugasnya dengan mencoba untuk menghadirkan terdakwa ke persidangan virtual. Meskipun demikian, Habib Rizieq tetap menumpukan hal tersebut lantaran merasakan keberatan dengan sidang online.

    Leonard mengatakan, Jaksa Penuntut Umum juga memenuhi permintaan Menawan Hakim untuk menghadirkan terdakwa dengan cara apapun ke persidangan hingga akhirnya Tersangka datang. Meskipun, Habib Rizieq kemudian tak mengikuti sesi.

    “Terdakwa tetap pada pendiriannya untuk tidak menghadiri sidang dengan online dan mempersilahkan Elok Hakim serta Jaksa Penggugat Umum untuk melanjutkan persidangan tanpa kehadiran Terdakwa. Kemudian Jaksa Penuntut Umum membacakan surat dakwaan, ” ucapnya.

    Jadi informasi, pengacara diadang bagian polisi yang berjaga dalam depan gerbang masuk pengadilan pagi tadi. Menurut penuturan salah seorang pengacara Buah hati Rizieq, Kurnia, anggota petugas yang mengadang pihaknya berdasarkan perintah jaksa penuntut umum.

    “JPU [Jaksa Penuntut Umum] dan pengacara setara. Tak dapat ada yang lebih tinggi. Kalau begini ini berbahaya. Bapak tunjukkan suratnya nanti kami akan adukan ke Mahkamah Agung dan KY [Komisi Yudisial], ” cakap Kurnia memprotes.

    “Surat kuasa sahih. Majelis hakim pun terang, ” sambungnya.

    Kurnia mengungkapkan pihaknya keberatan dengan peristiwa ini. Sebab, mereka hadir ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur berdasarkan perintah majelis hakim yang mengadili perkara Kekasih Rizieq.

    Namun demikian, ada kira-kira pengacara Habib Rizieq dengan diperbolehkan masuk setelah menanggapi aparat. Mereka yang diperbolehkan masuk yakni Munarman, Alamsyah dan Kurnia.