KPK Yakin Tersangka Harun Masiku Masih di Indonesia

    KPK Yakin Tersangka Harun Masiku Masih di Indonesia

    Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

    KPK masa ini masih memiliki kewajiban memburu tujuh tersangka berkedudukan DPO lainnya.

    REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meyakini tersangka mantan Caleg PDIP Harun Masiku (HAR) yang sudah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak Januari 2020 masih berada di Nusantara. Harun merupakan tersangka peristiwa dugaan suap terkait penetapan Anggota DPR RI terbatas Tahun 2019-2024.

    “Kami meyakini yang bersangkutan masih dalam negeri, kalau sistemnya berlaku dengan baik. Pintu-pintu keluar yang resmi itu membentuk sudah ditutup, ” ucap Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/3).

    “Kecuali dia lalu keluarnya lewat pintu-pintu dengan tidak terdeteksi seperti sekoci kan. Kalau lewat kesempatan resmi yang dijaga imigrasi tidak akan lolos, ” kata Alex.

    Selain itu, dia mengatakan, KPK juga telah membuat satuan tugas (satgas) istimewa yang bertugas memburu Harun bersama enam tersangka yang lain yang telah masuk di dalam DPO. “Kita sudah membuat satgas khusus untuk pekerjaan DPO. Kami sudah bentuk dua satgas karena bukan hanya Harun Masiku dengan kami cari tetapi tersedia yang lainnya. Kita pasti berusaha cari yang bergandengan, ” ujar dia.

    Kata dia, KPK juga telah berkoordinasi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk memburu para DPO tersebut. “Bahkan telah libatkan pihak Kepolisian. Kalau ada masyarakat yang terang kami sudah buka relasi pelaporan di KPK. Silakan saja yang mengetahui, silakan melapor, ” kata Alex.

    Dari 2017 sampai 2020, ada 10 tersangka yang berstatus DPO KPK dan khusus di tahun 2020 telah dilakukan penangkapan tiga tersangka dengan berstatus DPO, yaitu bekas Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Rezky Herbiyono demi menantu Nurhadi, dan Eksekutif PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto.

    Dengan demikian, KPK saat ini masih mempunyai kewajiban untuk memburu tujuh tersangka berstatus DPO lainnya di mana lima tersangka adalah DPO dari 2017 sampai 2019 dan perut DPO pada 2020, yakni Harun Masiku dan Pemilik PT Borneo Lumbung Gaya dan Metal (BLEM) Samin Tan.

    sumber: Antara