Mike Tyson Anggap Hukuman Penjara Jadi Liburan

    Mike Tyson Anggap Hukuman Penjara Jadi Liburan

    Mike Tyson Anggap Hukuman Penjara Jadi Liburan

    Mike Tyson dipenjara selama tiga tahun di 1992-1995.

    REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Mantan juara dunia kelas berat Mike Tyson pernah menghabiskan masa hidupnya selama tiga tarikh di penjara. Meski begitu, dia menganggap bahwa dipenjara merupakan suatu liburan alih-alih sebagai hukuman.

    Hal tersebut diungkapkan Tyson dalam acara bertajuk “Life Lessons from the Champ” bersama Susi Pudjiastuti, Jumat (2/10) malam. Bekas Menteri Kelautan dan Perikanan RI itu bertanya soal bagaimana agaknya menghabiskan waktu di dalam organ tahanan.

    “Saya ngerasa sedang berlibur selama tiga tarikh. Itu adalah sebuah berkah bagi saya. Hal-hal baik terjadi kepada saya selama itu, ” membuka Tyson.

    “Saya tidak pernah merasa sedang dipenjara. Dengan psikologis, saya merasa bebas, ” tambah dia.

    Selama di penjara, Tyson mengaku bersekolah banyak hal, termasuk mengenal bertambah dirinya sendiri maupun masyarakat di sekitarnya. Dia melihat banyak orang-orang dalam penjara yang merasa dirinya lebih buruk dan inferior daripada lainnya.

    Dari situ, Tyson pun belajar soal bagaimana seharusnya dia memperlakukan orang lain. Tyson menjadi petinju kelas berat terbaik pada eranya yang memegang sabuk pendekar WBA, WBC, dan IBF secara bersamaan.

    Pria berjulukan Si Leher Beton itu mencatatkan rekor 50 kali menang, dengan 44 di antaranya TKO, serta lima kali kalah. Sejak masa itu, kariernya terus melambung. Namun itu hanya bertahan sekejap lantaran dia harus berurusan dengan urusan hukum.

    Tyson divonis bersalah atas kasus pemerkosaan serta dikenai hukuman penjara selama 3 tahun pada 1992-1995. Meski serupa itu, Tyson menegaskan bahwa apa dengan dilakukannya itu bukanlah sebuah kesalahan, melainkan sebagai proses belajar di hidup.

    “Saya tidak pernah membuat kesalahan dalam tumbuh. Semua yang saya lakukan merupakan sebuah pembelajaran. Saya tidak menganggapnya sebagai kesalahan, ” katanya.

    “Saya hanya menjalani hidup dan belajar. ”

    sumber: Jarang