Moderna Mulai Ajukan Persetujuan Vaksin Covid-19 ke FDA

    Moderna Mulai Ajukan Persetujuan Vaksin Covid-19 ke FDA

    Moderna Mulai Ajukan Persetujuan Vaksin Covid-19 ke FDA

    Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

    Moderna bahkan menyebut vaksin itu 100 persen efektif mencegah kasus aib parah

    REPUBLIKA. CO. ID, MASSACHUSETTS — Perusahaan farmasi yang berbasis di Massachusetts, Amerika Konsorsium, Moderna, mengajukan vaksin virus corona pada Senin (30/11). Perusahaan bioteknologi tersebut mengatakan akan meminta izin penggunaan darurat dari Food and Drugs Administration (FDA) setelah menyelesaikan uji coba Tahap 3 dan menemukan vaksin itu 94, 1 persen efektif melawan Covid-19.

    Moderna bahkan menyebut vaksin itu 100 persen efektif menghalangi kasus penyakit parah. Efektivitasnya diklaim sama di semua kategori leler, ras dan jenis kelamin, introduksi perusahaan itu dalam sebuah maklumat.   Sejauh ini tidak tersedia masalah keamanan yang serius, tambahnya. Efek samping yang paling ijmal adalah kelelahan, sakit kepala, serta nyeri otot dan sendi.

    Moderna mengatakan pihaknya mencita-citakan Komite Penasihat Vaksin FDA & Produk Biologi Terkait untuk bersidang pada 17 Desember dan mempercakapkan produknya. Pengajuan ini berlangsung sepekan setelah FDA diperkirakan akan membahas kandidat lain, yang dikembangkan oleh raksasa farmasi AS Pfizer serta mitra Jermannya BioNTech. Mereka serupa telah mengajukan permohonan untuk persetujuan regulasi setelah mengamati tingkat kemujaraban yang serupa.

    Baik vaksin Moderna dan Pfizer-BioNTech membawabawa penyisipan kode khusus yang disebut mRNA ke dalam tubuh, mengelabui untuk mengembangkan respons kekebalan. Tidak ada obat berbasis mRNA yang pernah mendapat persetujuan sebelumnya.

    Profesor di Institut Leibniz untuk Penelitian Pencegahan dan Epidemiologi Jerman, Hajo Zeeb, mengatakan benar menggembirakan bahwa dua studi terpisah sama-sama menemukan tingkat keberhasilan dengan tinggi. “Saya akan terkejut kalau sesuatu yang berbeda muncul di proses FDA dan saya budi kemungkinan besar ini akan disetujui, ” katanya dilansir NBCNews, Senin (30/11).

    Meskipun optimistis, Zeeb mengingatkan persentase yang pas dapat berubah ketika ratusan juta, bukan puluhan ribu, orang tiba menggunakan vaksin. “Ini masih nilai kecil secara keseluruhan. Tetapi pengurangan pada kasus yang parah pasti seperti yang ingin kami menentang. Jika itu hanya virus kecil, kami dapat menerimanya, ” katanya tentang ukuran sampel uji coba.

    Moderna menyambut Rp 14 triliun lebih derma pemerintah federal AS untuk memajukan dan memproduksi kandidat vaksin. Tengah dana lebih dari Rp 15 triliun lainnya untuk memasok vaksin ke publik Amerika.

    Percobaannya melibatkan 30 ribu karakter, setengah dari mereka diberi pengikut vaksin dan setengah lainnya diberi plasebo. Dari kelompok ini, para-para ilmuwan mencatat 196 kasus Covid-19, hanya 11 di antaranya bermula dari kelompok yang telah diberi vaksin.  

    Ada 30 kejadian penyakit serius – semuanya di kelompok plasebo. Jadi, kata Moderna, dari 15 ribu orang yang diberi vaksin, tidak ada dengan sakit parah dengan Covid-19 semasa masa percobaan.

    Perkembangan vaksin baru-baru ini telah disambut dengan optimisme yang menggembung di antara para ilmuwan dan pasar saham. Namun para ulung juga mendesak kehati-hatian sampai lebih banyak data dirilis di luar siaran pers kemenangan non-peer-review dibanding berbagai perusahaan.  

    Uji jika vaksin ini terutama ditujukan buat mencegah penyakit bergejala. Akan tetapi masih ada pertanyaan tentang seberapa efektif vaksin tersebut dalam mengakhiri penularan.

    Presiden terpilih Joe Biden juga telah memperingatkan bahwa vaksin, yang masih memerlukan waktu untuk disetujui dan diluncurkan, mungkin belum bisa meredakan transmisi khususnya di musim dingin yang berat yang dihadapi AS, Eropa, dan tempat lain.

    Kasus virus corona terus meningkat. Lebih dari 267 ribu karakter Amerika tewas dan kekhawatiran bahwa Thanksgiving mungkin membawa lebih banyak lagi korban jiwa. Eropa dicengkeram oleh gelombang serupa sampai tindakan lockdown yang meluas mulai membalikkan suasana.   Lebih dari 1, 4 juta orang telah terbunuh dengan global.