Pemkot Jaksel Ungkap Munculnya Klaster Tebet

    Pemkot Jaksel Ungkap Munculnya Klaster Tebet

    Pemkot Jaksel Ungkap Munculnya Klaster Tebet

    Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

    Dari 97 karakter yang dites swab, lima orang peserta Maulid Nabi di Tebet positif Covid.

    REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Pemerintah Praja Jakarta Selatan mengungkapkan munculnya klaster Covid-19 di Tebet setelah kerumunan akibat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan itu. Pengantara Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji, di Tebet, Senin (23/11), mengatakan Puskesmas Kecamatan Tebet sudah melakukan penelusuran kasus aktif ataupun a ctive case finding (ACF) mendapati 97 orang warga di lingkungan RW 01 tempat kegiatan maulid berlangsung.

    Mereka kemudian ditawari untuk mengikuti tes usap ( swab test ), ternyata didapat lima orang tentu.

    “Setelah Maulid itu, Sabtu (14/11) dilakukan swab di Tebet, dari 97 orang, ada lima yang positif, ” ujar Isnawa yang juga Ketua Gugus Suruhan Covid-19, Jakarta Selatan.

    Menurut Isnawa, tidak diketahui sah berapa jumlah warga yang sedia dalam kerumunan Maulid tersebut. Menurutnya, warga yang datang bukan hanya warga Tebet, tetapi juga dibanding berbagai daerah lain.

    Tekait data 50 warga Tebet yang dinyatakan positif Covid-19, Isnawa menyebutkan, data tersebut berasal dari data keseluruhan warga terkonfirmasi membangun se- Kecamatan Tebet yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta pada tanggal 19 November 2020.

    “Terkait yang 50 itu biar dari Satgas Tebet yang menjelaskan, di sini tersedia Kapuskes Tebet, ” kata Isnawa.

    Seperti dijelaskan Isnawa, Kepala Puskesmas Kecamatan Tebet Myrna K menegaskan 50 orang warga tersebut adalah kasus positif se Kecamatan Tebet bukan dari kegiatan kerumuman maulid. Lebih lanjut ia menjelaskan, dari 50 data kejadian positif tersebut, Puskesmas Tebet menyelenggarakan pelacakan ( tracing ), mencari tau alamat orangnya, dan melihat penyebab terpaparnya.

    “Dari 50 orang tersebut, 33 orang belum bisa kita telusuri karena alamatnya tidak jelas, kemudian no ponselnya tidak sempurna. Sedangkan 17 orang lainnya sudah kita dapat telusur, ” sebutan Myrna.

    Menurut Myrna, dari hasil penelusuran pihaknya, 17 orang dari 50 orang yang dinyatakan positif berdasarkan data Jawatan Kesehatan, sebagian besar terpapar sebab liburan, ada yang pekerja kantoran, dan ada juga berasal dari klaster keluarga.

    “Jadi, dari hasil penelusuran, sebagian tinggi terpapar karena liburan, ada dengan dari perkantoran, bekerja di Tebet, tidak tinggal di Tebet, tracing dari keluar dan pergi pada saat liburan, ” ujar Myrna.

    sumber: Antara