Peraturan SIKM di Tangsel Belum Dibahas

    Peraturan SIKM di Tangsel Belum Dibahas

    Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

    Benyamin pastikan ASN Tangsel tidak akan melakukan penjelajahan mudik.

    REPUBLIKA. CO. ID, TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang Daksina masih membahas terkait dengan aturan pemberlakuan surat kerelaan keluar masuk (SIKM) bagi masyarakat yang dikecualikan buat bisa melakukan perjalanan antar daerah pada momen Ramadhan dan Lebaran 1442 Hijriyah/2021 Masehi.

    “Tangsel belum, kemarin waktu mempercakapkan dengan Forkopimda tidak menggoleng soal perlunya SIKM di Tangerang Selatan, ” perkataan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie dalam Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Jumat (9/4).

    Benyamin mengatakan, sudah pasti larangan mudik lestari dilakukan, sesuai dengan titah Pemerintah Pusat. Dia mengambil terutama bagi kalangan aparatur sipil negara (ASN) tidak akan melakukan perjalanan pegangan. “Kalau ASN kita larang keras untuk tidak pegangan. Kalau masyarakat ya tentu kita imbauan sifatnya, ” jelasnya.

    Namun, dia meyakini secara adanya larangan mudik tersebut, masyarakat memahami dan hendak memilih untuk tidak mudik. Hal itu mengingat tegasnya aturan tersebut di tepi masih adanya kasus perdana Covid-19 di Tangsel.

    “Kami percaya masyarakat akan memilih buat tinggal di Tangsel, tidak memilih mudik, karena pada daerah juga pasti tersedia pengetatan-pengetatan, ” terangnya.

    Dia melanjutkan, pengetatan yang dilakukan tidak berupa penyekatan atau check point di beberapa titik, melainkan berupa pemantauan ataupun operasi di terminal. “Paling nanti kita melakukan sama dengan operasi atau pemantauan menggunakan PO nya. Di kita kan ada beberapa tuh di Cimanggis, Pondok Cabe, dan lain-lain, ” jelasnya.

    Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany menambahkan, pihaknya akan membahas terkait SIKM dalam waktu dekat. “Kita rapatkan, kita pasti bakal mencari solusi yang utama seperti apa dengan evaluasi apa yang pernah kita lakukan tahun kemarin, ” kata Airin.

    Dia mengatakan mau memutuskan aturan SIKM pantas dengan kondisi di wilayah Tangsel, kaitannya dengan efektifitas pelaksanaannya. “Kita pelajari zaman langkah dan strateginya supaya lebih efektif. Jangan sampai kita buat kebijakan, objek yang tidak bisa kita lakukan atau efektif dilaksanakan, ” tutupnya.

    Sebelumnya diketahui, pemerintah secara resmi melarang kegiatan mudik Lebaran 2021. Pembatasan ini sebagai salah utama upaya pemerintah mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

    Namun begitu, pengecualian berlaku bagi kira-kira sektor seperti distributor pemasokan hingga pelaku perjalanan secara keperluan mendesak, seperti penjelajahan dinas, kunjungan keluarga lara, kunjungan duka anggota suku meninggal, ibu hamil didampingi oleh satu orang bagian keluarga, hingga kepentingan persalinan yang didampingi maksimal besar orang.

    Bagi warga dengan patokan di atas perlu mengantongi Surat Izin Keluar/Masuk (SIKM) sebagai syarat melakukan penjelajahan. Aturan SIKM ini tertuang dalam Surat Edaran Pemimpin Satgas Covid Nomor 13 Tahun 2021 tentang Penghapusan Mudik Hari Raya Idul Fitri dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Kamar Ramadan.