Perkara PSBB Jakarta, MUI: Fatwa Covid-19 Masih Berlaku

    Perkara PSBB Jakarta, MUI: Fatwa Covid-19 Masih Berlaku

    Perkara PSBB Jakarta, MUI: Fatwa Covid-19 Masih Berlaku

    Pemprov DKI kembali mengeluarkan kebijakan PSBB.

    REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Satgas Covid-19 Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan bahwa Fatwa MUI yang berkaitan dengan pandemi Covid-19 belum ditarik dan masih benar. MUI sebelumnya telah mengeluarkan Fatwa Nomor 31 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Sholat Jumat dan Jamaah haji Untuk Mencegah Penularan Wabah Covid-19.

    Juru Cakap Satgas Covid-19 MUI, KH Muhammad Cholil Nafis menyampaikan, jika pandemi Covid-19 kembali mengancam keselamatan kelompok, maka Fatwa MUI masih bisa menjadi pedoman dan dilaksanakan. Sebelumnya MUI sudah mengeluarkan fatwa Bagian 31 tahun 2020, fatwa itu belum ditarik dan masih benar.

    “Di wadah yang bahaya dan dipastikan hendak menularkan dan membahayakan kepada yang lain, kita wajib melakukan tindakan preventif menolak keburukan dan mendahulukan membelakangi keburukan daripada melakukan kebaikan, ” kata Kiai Cholil kepada Republika , Kamis (10/9).

    Ia menjelaskan, jika masyarakat ada dalam kondisi kritis, maka bisa mengamalkan Fatwa MUI Nomor 31 Tahun 2020. Tapi kalau kondisinya masih bisa diantisipasi dengan menjaga jarak fisik, menjalankan masker dan melakukan gaya tumbuh sehat serta bersih. Maka diharapkan sholat Jumat bisa dilaksanakan seperti biasanya.

    Satgas Covid-19 MUI juga mengingatkan, bagi masyarakat yang akan melaksanakan sholat Jumat dan sholat berjamaah, lestari harus menjaga protokol kesehatan. Supaya terhindar dari penularan dan penyaluran Covid-19.

    Kiai Cholil mengatakan, untuk menentukan hukum Islam seperti menerapkan Fatwa MUI tentang pandemi Covid-19 tersebut, mesti tahu dari sudut pandang medis. “Karena agama memutuskan berdasarkan informasi sebab orang terpercaya yaitu ahlinya yang berwenang tentang situasi tertentu buat menentukan hukumnya menurut Islam, ” ujarnya.

    Ia pula menyampaikan, Satgas Covid-19 MUI akan melihat perkembangan pandemi Covid-19. Menurutnya sementara ini masyarakat masih mampu melaksanakan sholat Jumat, jika tidak membahayakan diri dari penularan Covid-19. Tapi bila situasinya sangat mematikan dan dipastikan dapat menularkan Covid-19, maka bisa menggunakan Fatwa MUI yang memperbolehkan tidak sholat Jumat dan diganti sholat Dzuhur

    Sementara, Ketua Satgas Covid-19 MUI, KH Zaitun Rasmin memberikan pihaknya menunggu detail penjelasan sebab Gubernur DKI Jakarta. “Kalau ternyata kondisi memang mengharuskan untuk tengah sholat Jumat tidak diadakan (tidak dilaksanakan, red), maka kita penukar sholat (Jumat dengan sholat) Dzuhur di rumah, ” ujarnya.

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan memberlakukan Penyekatan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan ketat. PSSB ini berlaku mulai 14 September 2020.