Petunjuk Hadapi Klaster Keluarga di Ibu Kota

    Petunjuk Hadapi Klaster Keluarga di Ibu Kota

    Petunjuk Hadapi Klaster Keluarga di Ibu Kota

    Klaster keluarga di Jakarta sudah sampai lebih dari 2. 500 peristiwa positif.

    REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Ketua Nasional Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia, Agung Nugroho, memantau penanganan Covid-19 oleh Pemprov DKI. Rekan Indonesia memberi bukti demi perbaikan penanganan Covid-19 pada Ibu Kota.

    Utama mengatakan masukan pertama ialah pengerjaan bencana sebaiknya menggunakan paradigma penanggulangan kondisi terburuk. Sehingga jika sepadan saat kondisi terburuk terjadi oleh sebab itu sudah siap.

    “Kedua, Pemprov sebaiknya fokus pada penambahan ruang isolasi sebanyak mungkin jadi antisipasi jika angka pasien corona terus meninggi atau jika suatu saat terjadi ledakan angka positif, ” kata Agung dalam tanda pers pada wartawan, beberapa masa lalu.

    Tidak berhenti sampai di situ, Agung mengusulkan Pemprov agar meninggalkan spekulasi kepada isolasi mandiri di rumah warga. Hal ini mengingat angka klaster rumah tangga atau keluarga lulus tinggi di DKI.

    Terakhir adalah mendorong dan membangun peran partisipasi aktif masyarakat untuk ikut terlibat langsung di penanganan corona di lingkungannya.

    “Bisa dalam bentuk himpunan tugas relawan di tingkat RT sebagai tenaga penggerak dalam membuat kesadaran warga dan sebagai tenaga sosialisasi/kampanye 3 M, serta gaya pemantau kedisiplinan warga yang medium melakukan isolasi mandiri di GOR atau hotel terdekat, ” perkataan Agung.

    Diketahui, petunjuk Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI menyebutkan ada sekitar 2. 560 klaster keluarga pada 4 Juni datang dengan 14 September 2020. Dibanding jumlah tersebut sekitar 16. 467 orang dinyatakan positif.