Proses Yustisi PSBB DKI Hasilkan Uang Denda Rp 238 Juta

    Proses Yustisi PSBB DKI Hasilkan Uang Denda Rp 238 Juta

    Proses Yustisi PSBB DKI Hasilkan Uang Denda Rp 238 Juta

    PSBB di DKI Jakarta kembali diterapkan pada 14 September 2020.

    REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Operasi Yustisi oleh Polda Metro Jaya bersama TNI mengikuti instansi terkait sejak kembali diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah mengumpulkan Rp238. 576. 500 dari denda yang dikenakan kepada pelanggar protokol kesehatan. PSBB di DKI Jakarta kembali diterapkan dalam 14 September 2020.

    “Sampai saat ini denda dengan sudah terkumpul dari pelanggar yang diberikan sanksi itu sejumlah Rp238. 576. 500, ” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Polisi Nana Sudjana di Polda Metro Jaya, Ahad (20/9).

    Nana menjelaskan, angka tersebut terkumpul daripada penindakan yang dilakukan oleh aparat dalam kurun waktu 14-19 September 2020. Pelanggar protokol kesehatan dengan dikenakan sanksi administratif berupa denda sebanyak 852 orang.

    Ia juga menambahkan, uang denda yang dikumpulkan dari para pelanggar tersebut nantinya diserahkan untuk dimasukkan ke kas negara. Selain sanksi administratif, petugas juga memberikan opsi sanksi kerja sosial membersihkan kemudahan umum kepada pelanggar.

    Adapun pelanggar yang memilih sanksi sosial di dalam kurun waktu 14-19 September 2020, tercatat sebanyak 17. 385 karakter. Selain itu, selama periode yang serupa petugas juga memberikan sanksi teguran kepada sebanyak 12. 466 karakter. Total pelanggar protokol kesehatan yang ditindak oleh tim gabungan di dalam kurun waktu 14-19 September 2020 adalah sebanyak 30. 384 pelanggar.

    Satgas gabungan pengelola protokol kesehatan tidak hanya menyelenggarakan penindakan terhadap individu. Petugas pula tercatat telah menutup dua perkantoran yang kedapatan melanggar protokol kesehatan tubuh.

    “Selama Operasi Yustisi ini sebanyak dua perkantoran kita tutup, karena tidak mengindahkan adat kesehatan, ” kata Nana.

    Nana juga menyampaikan bertambah dari seratus restoran atau panti makan yang ditutup karena memperbolehkan masyarakat makan di tempat. Sejatinya selama PSBB di Jakarta, restoran atau rumah makan hanya dapat melayani take away atau dibawa pulang saja

    “Sebanyak 119 restoran atau rumah makan kita tutup karena masih menyediakan tempat kepada masyarakat untuk makan tepat di masa pandemi Covid-19 tersebut, ” katanya.

    sumber: Antara