Ribuan Demonstran Pro-Demokrasi Aljazair Turun ke Berkepanjangan

    Ribuan Demonstran Pro-Demokrasi Aljazair Turun ke Berkepanjangan

    Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

    Demonstran  memaksa Presiden Abdelaziz Bouteflika mengundurkan diri.

    REPUBLIKA. CO. ID,   ALJIR — Suatu gerakan pro-demokrasi yang dihidupkan kembali telah sedang penuh diperbincangkan di Aljazair. Ribuan orang tersebut berdemonstrasi di ibu kota Aljazair serta kota-kota seperti Oran, Tizi Ouzou, Setif, Constantine, dan Annaba di negara Afrika Utara itu.

    Dilansir dari The New Arab , Sabtu (6/3), gerakan pro-demokrasi ini lebih dikenal secara lokal sebagai “Hirak”. Sebuah aliran yang pertama kali berlaku pada Februari 2019 serta dalam beberapa pekan memaksa Presiden Abdelaziz Bouteflika membatalkan diri.

    Tindakan ini menyerukan penghentian aktivitas pada awal tahun berarakan ketika pembatasan virus corona diberlakukan. Tetapi mereka balik ke jalan-jalan akhir bulan lalu untuk merayakan kembali tahun keduanya dan berdemonstrasi setiap Jumat.

    “Demonstrasi Hirak akan bersambung sampai rezim ini, dengan menolak untuk mendengar pandangan kami, lenyap, ” logat Bilal, seorang pegawai kampung berusia 37 tahun yang bergabung dalam protes dalam Aljazair.

    Beberapa pawai berkumpul pada sore hari di Ibu Kota, setelah sholat Jumat dan di tengah kehadiran polisi yang banyak. Tengah helikopter melayang di tempat kepala.

    “Saya berharap anak-anak serta cucu saya bisa hidup di Aljazair yang bertambah baik daripada yang pernah saya alami, ” introduksi Khadidja, seorang pengunjuk mengalami lain.  

    Dia mengatakan telah mengikuti setiap reli sejak yang pertama pada 22 Februari 2019.   Para-para pengunjuk rasa, yang menuntut perombakan besar-besaran sistem pemerintahan sejak kemerdekaan Aljazair dibanding Prancis pada 1962, mencanangkan slogan-slogan yang menyerukan negara sipil, bukan militer.