RS Lapangan Surabaya Tegaskan Siap Adanya Lonjakan Pasien

    RS Lapangan Surabaya Tegaskan Siap Adanya Lonjakan Pasien

    Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

    RSLI telah bisa melakukan pelayanan & penanganan pasien gejala padahal dan berat.

    REPUBLIKA. CO. ID, SURABAYA — Penanggung jawab RS Lapangan Indrapuran (RSLI) Surabaya, dr. I Dewa Besar Nalendra Djaya Iswara menetapkan kesiapannya menjalankan tugas istimewa menangani 14 ribu pelaku migran indonesia (PMI) yang pulang dari luar kampung. Selain itu, kata dia, RSLI juga terus meningkatkan performa dan kualitas servis bagi  pasien Covid-19.

    Utamanya dalam mengantisipasi kemungkinan melonjaknya jumlah penanggung Covid-19 setelah lebaran ldul Fitri. “Dari beberapa kali momentum setelah liburan, tetap terjadi kenaikan jumlah penderita Covid-19 termasuk yang hadir rumah sakit dan ditangani RSLI, ” ujar Nalendra, Rabu (28/4).

    Nalendra menjelaskan, meskipun RSLI dipersiapkan untuk penanganan pasien Covid-19 tanpa petunjuk dan gejala ringan, tetapi pihaknya terus melakukan pengembangan. Saat ini, RSLI telah bisa melakukan pelayanan & penanganan pada pasien Covid-19 dengan gejala sedang serta berat.

    Nalendra meyakinkan, hal tersebut sudah dibuktikan pada Desember 2020, Januari 2021, dan Februari 2021. Pada era itu, kata dia, berlaku lonjakan penderita Covid-19 dalam Jawa Timur. Situasi tersebut mengakibatkan hampir seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 lengkap.

    “Dan RSLI menjalankan fungsinya jadi rumah sakit darurat & rujukan awal, sehingga serupa melayani pasien dengan fakta sedang dan berat, ” ujar Nalendra.

    Nalendra mengaku, pihaknya juga terus melakukan pengembangan kapasitas (upgrading) bagi relawan pendamping dan dokter. Diharapkannya, baik para relawan maupun dokter yang bertugas dalam RSLI mampu mengikuti kelanjutan jenis-jenis Covid-19 terbaru. Pembekalan soft skill ini, kata dia, sangat penting untuk mempersiapkan para Nakes dan relawan memberikan layanan terbaik bagi pasien.

    “Kita juga terus melakukan KIE, yakni les dan penyadaran akan kelanjutan dan penangan Covid-19 beserta upaya menjalankan protokol kesehatan, khusunya 5M, ” kata Nalendra.