Sembilan Jembatan di NTT Tumbang Akibat Badai Siklon Seroja

    Sembilan Jembatan di NTT Tumbang Akibat Badai Siklon Seroja

    Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

    Jembatan yang rusak tak bisa dilewati oleh kendaraan.

    REPUBLIKA. CO. ID, KUPANG  — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat, sembilan jembatan pada ruas jalan provinsi menikmati kerusakan serius akibat terjangan badai siklon tropis Tunjung pada 4-5 April 2021. Jembatan itu tidak mampu dilewati oleh kendaraan.

    “Data sementara, ada sembilan jembatan yang ambruk. Tidak bisa dilewati kendaraan. Proses pendataan sedang terus berlangsung, ” logat Kepala Bidang Bina Dasar Dinas Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat Provinsi NTT Adi Mboik, di Kupang, Rabu.

    Dia mengemukakan hal tersebut, berkaitan dengan kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan akibat badai siklon tropis Tunjung yang melanda sejumlah wilayah di provinsi berbasis kepulauan itu. Jembatan-jembatan yang abruk akibat badai tersebut antara lain Jembatan Termanu dalam Kabupaten Rote Ndao, Jembatan Fatutuaf di Kabupaten Kupang, Jembatan Maukumu di Kabupaten Malaka, Jembatan Neotnana dalam Kabupaten Timor Tengah Mengadukan (TTU) dan Jembatan Waiburak di Pulau Adonara, Flores Timur. Kemudian ada Jembatan Talimetan dan Jembatan Fatubenao di Kabupaten Belu dan Jembatan Benenain. Semuanya terletak di wilayah yang berbatasan dengan negara Timor Leste.

    Menurut dia, selain kerusakan jembatan, sejumlah ruas jalan provinsi di wilayah itu juga mengalami kerusakan akibat longsor. “Saat itu kami masih terus menyelenggarakan pendataan. Kita harapkan jalan pendataan secepatnya selesai dilakukan, sekaligus dengan perhitungan kerugian, ” katanya.

    sumber: Antara