Tatiek Maliyati Dianugerahi Penghargaan Lifetime Achievement

    Tatiek Maliyati Dianugerahi Penghargaan Lifetime Achievement

    Tatiek Maliyati Dianugerahi Penghargaan Lifetime Achievement

    Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

    Perempuan berusia 86 tahun ini aktif di negeri perfilman hampir di sepanjang usianya.

    REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA-–Malam Anugerah Festival Film Indonesia (FFI) 2020 digelar secara fisik secara protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 pada Sabtu (5/12). Selain memberikan penghargaan untuk para sineas dengan masih aktif, juga memberikan penghargaan Lifetime Achievement atau Pengabdian Seumur Hidup kepada sineas senior Tatiek Maliyati WS.

    Tatiek sendiri tidak hadir ke suangi puncak FFI 2020, dan piala diberikan anaknya sebagai perwakilan. Melalui pesan suara yang diputar, Tatiek mengungkap rasa syukur dan terima kasihnya atas penghargaan tersebut. “Terima kasih untuk semuanya atas penghargaan ini kepada saya, ” begitu kata Tatiek.    

    Perempuan berusia 86 tahun ini aktif di dunia perfilman hampir di sepanjang usianya. Tatiek adalah artis film & teater sejak tahun 1957 sampai dengan tahun 1970. Tatie bertambah menggeluti dunia skenario film & televisi sejak tahun 1970 datang dengan sekarang. Ia juga mengemong sebagai dosen Seni Peran & Penulisan naskah drama di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sejak tahun 1970.

    Selain mengajar ia juga memberikan kursus-kursus seni posisi, antara lain di Yayasan Bintang film Film Indonesia sejak tahun 1970-1980. Ia mengisi acara Bina Pelaku di TVRI tahun 1979 sampai dengan tahun 1990. Tahun 1995 sampai dengan 1999 ia menjelma anggota Lembaga Sensor Film (LSF). Kemudian tahun 1999-2022 ia menjadi ketua merangkap anggota lembaga itu.

    Terdapat banyak film dengan pernah dia bintangi, di antaranya Anakku Sajang (1957), Djendral Kantjil (1958), Asmara Dara (1958), Jembatan Serambut Dibelah Tudjuh (1959), Iseng (1959), Cinta Abadi (1976) dan lainnya.

    Malam Anugerah Piala Citra FFI 2020 diselenggarakan dalam Sabtu (5/12) malam di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC). Acara ini akan digelar secara mengedepankan protokol pencegahan Covid-19. Ketua Komite FFI, Lukman Sardi mengucapkan bahwa tamu undangan untuk penyelenggaraan acara tahun ini dibatasi, mengingat acara digelar di tengah pandemi Covid-19. “Biasanya kami mengundang ribuan sineas. Tahun ini hanya para nominator saja yang kami undang, ” kata dia.