Tiang Provinsi di Talegong Garut Sudah Dapat Dilalui

    Tiang Provinsi di Talegong Garut Sudah Dapat Dilalui

    Tiang Provinsi di Talegong Garut Sudah Dapat Dilalui

    Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

    Akses jalan sempat tertimbun material desa akibat longsor yang terjadi

    REPUBLIKA. CO. ID, GARUT–Longsor yang menutup akses jalan daerah Pangalengan-Rancabuaya di Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, sudah dapat kembali dilalui pada Jumat (4/12). Namun kanal jalan itu belum sepenuhnya mampu dilalui dengan normal.

    Kepala Tempat Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Daris Hilman  tiang provinsi itu telah bisa dilalui. Namun kendaraan belum dapat sepenuhnya melintad dengan normal.     “Masih buka-tutup, ” kata dia saat dikonfirmasi Republika, Jumat.

    Dia mengingatkan pengguna jalan untuk selalu berhati-hati. Sebab, kondisi jalan beberapa masih tertutup lumpur dan cairan, sehingga dinilai membahayakan para pengguna jalan.  

    Sebelumnya, kanal jalan itu tertimbun material negeri akibat longsor yang terjadi dalam Kamis (3/12). Hujan dengan ketekunan tinggi menyebabkan tebing dengan agung sekira 400 meter dan panjang 500 meter longsor dan mengucup Jalan Pangalengan-Rancabuaya.

    Selain mengatup jalan, kejadian tanah longsor tersebut juga menyebabkan puluhan rumah masyarakat tertimbun dan ratusan rumah lainnya terancam. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Garut, terdapat 20 rumah yang tertimbun longsor dan 323 panti terancam akibat longsor di Kecamatan Talegong itu. Sementara itu, sebanyak 59 KK atau 180 nyawa mengungsi akibat kejadian itu.

    Saat ini masyarakat rumahnya terancam maupun tertimbun, sudah dievakuasi ke SMPN 1 Talegong. Masyarakat hendak tinggal di pengungsian sementara menetapkan mencegah adanya korban jika terjadi bencana longsor susulan.

    Ihwal penerapan protokol kesehatan di letak pengungsian, Daris mengatakan, pihaknya sudah membagikan sebanyak 200 masker buat para pengunsi. “Kita juga terus sosialisasi kepada pengungsi terkait adat kesehatan, ” kata dia.

    Sebelumnya, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman mengatakan, lokasi pengungsian berniat dipusatkan di SMPN 1 Talegong. Sebab, lokasi itu dekat dengan puskesmas. Dengan begitu, petugas puskesmas dapat mengontrol kondisi kesehatan para-para pengungsi dengan mudah. “Kalau ada pengungsi yang sakit atau fakta tidak enak, bisa langsung ke puskesmas, ” kata dia.