Tingkat Kepercayaan Masyarakat Masih Tinggi Terhadap Bank

    Tingkat Kepercayaan Masyarakat Masih Tinggi Terhadap Bank

    Tingkat Kepercayaan Masyarakat Masih Tinggi Terhadap Bank

    Coverage penjaminan simpanan LPS masih 99, 91 persen dari 317 juta rekening.

    REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Lembaga Penjamin Persediaan (LPS) menilai kondisi dan harapan likuiditas industri perbankan terpantau sedang relatif stabil, meskipun beberapa ciri risiko makroekonomi masih cenderung volatile. Hal ini ditandai dengan kelanjutan tingkat bunga pasar simpanan dengan masih dalam tren penurunan.

    Anggota Dewan Komisioner LPS Didik Madiyono mengatakan coverage penjaminan simpanan masih memadai sekitar 99, 91 persen dari total 317 juta rekening simpanan yang dijamin. Kemudian tingkat Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan pada Maret 2020 mengalami peningkatan.  

    DPK hingga kamar Agustus 2020 sebesar Rp 5. 385, 8 triliun atau meningkat 9, 8 persen dibanding masa yang sama pada tahun lulus. “Hal ini menunjukan tingkat keyakinan masyarakat masih tinggi terhadap perbankan kita, ” ujarnya kepada wartawan, Kamis (27/8).

    Sementara Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani menambahkan kondisi industri perbankan masih kuat & stabil menghadapi dampak pandemi Covid-19 hingga akhir 2020. Hal tersebut terlihat masih perkasanya rasio permodalan dan likuiditas perbankan.  

    Berdasarkan keterangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di dalam posisi Juni, rasio kecukupan simpanan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Umum Konvensional (BUK) sejumlah 22, 59 persen. Posisi tersebut masih jauh dari batas minimum yang ditetapkan regulator sebesar 12 persen.

    “Jadi kalau dilihat secara simpanan perbankan rata-rata semuanya bagus sebab 22 persen CAR-nya. Terus sebab sisi likuiditas rasionya juga masih bagus cuma kan individu bank beda-beda, ” ujarnya kepada Republika. co. id.

    Selain CAR, kecukupan likuiditas juga terjaga dengan baik tercermin dari rasio Alat Likuid kepada Non Core Deposit (AL/NCD) bola lampu 15 Juli 2020 menguat ke level 122, 57 persen dan rasio Alat Likuid terhadap Sedekah Pihak Ketiga (AL/DPK) berada di level 26, 02 persen, jauh berada di atas threshold 50 persen dan 10 persen.

    Dari bagian likuiditas, lanjut Aviliani, perbankan Indonesia sudah aman dan cukup berpengaruh hadapi gempuran dampak Covid-19 datang tutup tahun. Sebab kebijakan pemerintah dan regulator sudah cukup memberikan kebesaran likuiditas perbankan.

    “Sisi likuiditas sekarang makin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) biar sekarang dimungkinkan untuk bantu likuiditas. Pemerintah juga menempatkan dana likuiditas bank swasta, BUMN dan BUMD. Jadi kalau isu likuiditas telah diamankan beberapa kebijakan, ” jelasnya.

    Tetapi kata Aviliani, kondisi pandemi Covid-19 yang belum selesai dan masih panjang ini diperkirakan akan menguasai profitabilitas perbankan.  

    “Jadi kalau sampai tutup tahun kondisi profit pasti banyak yang turun, mungkin ada 1-2 bank yang tumbuh tapi kmungkinan banyak yang menurun, ” ucapnya.