Total Ada 225 Mahasiswa PTIQ Pasti Covid-19

    Total Ada 225 Mahasiswa PTIQ Pasti Covid-19

    Total Ada 225 Mahasiswa PTIQ Pasti Covid-19

    Mereka saat ini dirawat di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran dan Pademangan.

    REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Sebanyak 225 mahasiswa Institut Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) positif terjangkit Covid-19. Mereka saat ini dirawat di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Induk dan Wisma Karantina Pademangan, Jakarta Utara.

    Komandan Lapangan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Letkol Laut Muhammad Arifin, mengucapkan, 225 mahasiswa tersebut dijemput sebab kampus yang berlokasi di Cilandak, Jakarta Selatan, itu dalam tiga gelombang.

    Gelombang pertama tiba pada Ahad (4/10). “Sejak tanggal 4 Oktober, RSDC Wisma Atlet telah menerima pasien yang merupakan mahasiswa PTIQ sebanyak 53 orang, ” cakap Arifin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/10).

    Dari 53 mahasiswa tersebut, kata dia, delapan di antaranya ditempatkan di Tower 7 karena terindikasi ada gejala yang menyertai. Sisanya, 45 mahasiswa, ditempatkan di Tower 5 untuk melaksanakan isolasi sendiri karena termasuk gejala ringan.

    Gelombag kedua juga datang pada Ahad. Jumlahnya 161 mahasiswa. “Sebanyak 161 orang (ini) termasuk Orang Tanpa Isyarat (OTG) dan dilaksanakan isolasi sendiri di Wisma Karantina Pademangan, ” kata Arifin.

    Gelombang ketiga datang pada Senin (5/10) siang di Wisma Atlet Kemayoran. Jumlahnya 11 mahasiswa dengan dua di antaranya bergejala.

    “Kesimpulannya, jumlah pasien yang berasal dibanding PTIQ, Cilandak, Jakarta selatan, dengan dikirim ke RSDC Wisma Olahragawan Kemayoran sejumlah 64 orang serta yang dikirim ke Wisma karantina Pademangan sejumlah 161 orang. Jadi total seluruhnya sebanyak 225 orang, ” ungkap Arifin.

    Sebelumnya, kabar ratusan mahasiswa PTIQ ini terjangkit Covid-19 dibenarkan oleh Camat Cilandak, Mundari. Ia menyebut, para mahasiswa itu diketahui positif Covid-19 dari buatan tracing.

    Penyebabnya diduga karena kampus PTIQ, yang berada di bawah koordinasi kementerian itu, masih melakukan pembelajaran tatap muka saat wabah Covid-19 sedang mengganas di ibu kota. “Kami serupa sudah mengingatkan potensi penularan terkait sistem belajar semacam itu, ” ujar Mundari, Senin. Republika telah meminta tanggapan ataupun penjelasan dari pihak Kampus PTIQ terkait hal itu, namun belum ada jawaban.