Trump dan Kisah Kesehatan Presiden AS yang Disembunyikan (1)

    Trump dan Kisah Kesehatan Presiden AS yang Disembunyikan (1)

    Trump dan Kisah Kesehatan Presiden AS yang Disembunyikan (1)

    Trump bukan satu-satunya presiden GANDAR menyembunyikan kondisi kesehatannya

    REPUBLIKA. CO. ID, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sudah didiagnosis mengidap Covid-19. Gedung Putih pada Sabtu (3/10), meyakinkan terbuka bahwa Trump sudah melewati fase mengkhawatirkan. Dua hari mendatang mau menjadi sangat penting dalam perawatannya.

    Saat ini Trump menjalani perawatan di Walter Reed National Military Medical Center. Zaman juru bicara Donald Trump dalam Jumat (2/10) mengatakan Trump mempunyai gejala ringan dan bahwa ia sedang bekerja keras, kenyataannya masih banyak yang belum diketahui publik tentang penyakit presiden.

    Dokter kepresidenan memberikan sedikit lebih banyak detail pada Jumat burit, menyatakan bahwa Trump dirawat secara koktail antibodi. Dalam sejarah AS, terdapat beberapa presiden yang pernah mengalami sakit cukup keras. Kepala hal yang selalu menjadi kesesuaian, informasi tentang kesehatan presiden tak pernah diungkap secara gamblang.

    Woodrow Wilson

    Saat dunia dilanda flu Spanyol pada 1918, mantan presiden GANDAR Woodrow Wilson jatuh sakit. Wilson, layaknya Trump, meremehkan pandemi yang dikabarkan membunuh sekitar 50 juta orang di seluruh dunia itu.

    Wilson didera melempem keras saat sedang berkunjung ke Paris, Prancis, untuk membicarakan penutupan Perang Dunia I pada 1919. Saat itu gejala yang muncul begitu parah. Hal tersebut tahu membuat dokter pribadi Wilson, yakni Cary Grayson, mengira sang presiden telah diracuni.

    Grayson kemudian menulis surat ke Washington dan memberi tahu Gedung Suci bahwa presiden sakit parah. “Pemerintahan Wilson, untuk alasan yang sangat berbeda, sepenuhnya meremehkan pandemi, ” kata John Barry, seorang profesor kesehatan masyarakat di Tulane University.

    Dalam bukunya The Great Influenza , Grayson mengatakan pandemi flu Spanyol membunuh sekitar 675 ribu warga AS. Banyaknya korban jiwa menjadi salah satu alasan mengapa pemerintahan AS kala itu tak membuka lebar informasi tentang sakitnya Wilson.

    “Wilson khawatir berita minus tentang apa pun akan menekan upaya perang – mengurangi energi yang digunakan orang untuk memenangkan perang. Dalam hal ini, ada keuntungan politik yang lebih teliti, ” ujarnya.

    Sejarawan dan penulis biografi telah menemukan detail penyakit Wilson dalam kurang dekade berikutnya. Namun pemerintahan Wilson mengatakan kepada wartawan pada masa itu bahwa dia hanya menderita pilek akibat hujan di Paris.

    Wilson kemudian mengalami strok yang melemahkan pada tarikh itu. Namun ia terus menjabat sebagai presiden sampai masa jabatannya berakhir pada 1921.

    Berangkat dari hal tersebut, guru besar politik dari University of Chicago William Howell bertanya-tanya betapa transparannya Gedung Putih tentang kasus Covid-19 Donald Trump. Menurut dia, Trump tentu ingin segera kembali berkampanye dan mengonter narasi yang digaungkan pesaingnya dari Partai Demokrat Joe Biden.

    Namun Howell memperingatkan tentang kiprah Trump & pemerintahannya. “Ini adalah seorang pemimpin yang selama masa kepresidenannya tak begitu lugas tentang segala macam masalah faktual. Jadi, apakah tempat bisa dipercaya adalah alasan baik dari perhatian yang nyata, ” ucapnya.

    Grover Cleveland

    Selain Trump dan Wilson, terdapat beberapa presiden AS lainnya yang merasai sakit cukup serius saat masih menjabat. Presiden ke-22 AS Grover Cleveland pernah menjalani operasi kanker mulut.

    Namun karena khawatir kesehatan yang buruk bakal menjadi kelemahan politik, operasi tersebut dilakukan secara rahasia pada larut malam di sebuah kapal melancong pribadi di Long Island South. Lesi kanker yang diambil sebab mulut Cleveland ditampilkan dalam sebuah pameran College of Physicians, sebuah perkumpulan medis yang berbasis dalam Philadelphia, pada 2000.

    Lyndon B. Johnson

    Presiden Lyndon B. Johnson diam-diam menjalani operasi pengangkatan lesi kulit di tangannya di dalam 1967.

    Franklin D. Roosevelt

    Presiden AS pada masa Perang Dunia II, Franklin D. Roosevelt, didiagnosis menderita tekanan darah agung, penyakit jantung hipertensi, gagal jantung, dan bronkitis akut pada 1944. Roosevelt menjalani diet rendah sira dan diperintahkan untuk berhenti merokok.  

    Namun karena saat itu AS hendak menghadapi pemilu, Roosevelt, termasuk staf Gedung Putih mengeluarkan pernyataan yang meminta bahwa kondisi kesehatan sang presiden tak begitu serius. “Kisah-kisah bahwa dia dalam kesehatan yang buruk cukup bisa dimengerti sekitar waktu pemilihan, tetapi itu tidak betul, ” kata dokternya kepada seorang reporter.

    Para sejarawan sekarang percaya bahwa dokternya mengendapkan semua fakta dari pasien & publik. Roosevelt memenangkan pemilu. Tetapi hanya beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 12 April 1945, tempat meninggal karena strok.

    sumber: AP/Al Jazirah