Vanessa Angel Pakai Xanax untuk Atasi Gangguan Psikologis

    Vanessa Angel Pakai Xanax untuk Atasi Gangguan Psikologis

    Vanessa Angel Pakai Xanax untuk Atasi Gangguan Psikologis

    Vanessa menyadari adanya kesalahan prosedur pada pembelian Xanax.

    REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Terdakwa kasus kepemilikan psikotropika, Vanessa Angelmengungkapkan tuangan hati (curhat) mengenai alasannya memakai psikotropika jenis Xanax, yakni buat mengatasi gangguan psikologis. Vanessa di sidang pledoi di Pengadilan Kampung Jakarta Barat, Rabu, menyatakan tak pernah memiliki niat jahat ataupun menyalahgunakan Xanaxsebab penggunaannya menggunakan keterangan dokter yang sudah dikonsultasikan pada dokter spesialis kejiwaan.

    “Karena provokasi kecemasan yang saya alami, menyusun saya tidak bisa tidur, asam lambung, rambut rontok, tangan tetap basah dan gangguan emosi yang berubah-berubah, ” kata Vanessa.

    Vanessa menyadari adanya kesalahan prosedur dalam pembelian Xanax yang dilakukan di sebuah toko obat di Surabaya. Pada saat itu, resep asli Vaness tidak diminta oleh pihak apotek dan sedang berada di tangannya.

    “Saya merasa sedih serta menyesal, terlebih lagi saya telah menyakiti hati keluarga saya dengan semua pemberitaan yang ada, khususnya suami dan bayi kecil beta, ” kata dia sambil membekukan tangis.

    Era agenda pembacaan pledoi tersebut, suami Vanessa, Bibi Ardiansyah juga tidak kuasa menahan tangisnya. Vanessa Angel dituntut hukuman enam bulan tangsi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

    “Tuntutan enam bulan dengan denda Rp 10 juta subsider tiga bulan pasung, ” ujar Kasi Intel Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Edwin Beslar.

    Jaksa membuktikan Vanessa Angel terbukti bersalah akan kepemilikan psikotropika berupa 20 poin pil Xanax yang didapatkannya secara resep dokter kedaluwarsa. Vanessa melanggar Pasal 62 UU RI Cetakan 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika junto Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2018 tentang Perubahan Penggolongan Psikotropika di Lampiran Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.

    sumber: Antara